RSS

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI)

A. Sejarah Pembelajaran Group Investigation (GI)
Dasar-dasar tipe Group Investigation pertama kali dirancang oleh Herbert Thelen, yang selanjutnya diperluas dan diperbaiki oleh Sharan dan kawan-kawannya dari Universitas Tel Aviv. Tipe ini sering dipandang sebagai tipe yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif, karena metode investigasi kelompok merupakan perpaduan sosial dan kemahiran berkomunikasi dengan intelektual pembelajaran dalam menganalisis dan mensintesis. Investigasi kelompok tidak dapat diimplementasikan dalam lingkungan yang tidak ada dukungan dialog dari setiap anggota atau mengabaikan dimensi afektif-sosial dalam pembelajaran kelas. Tipe GI melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skill). (Kunandar, 2007:344)

B. Pengertian Pembelajaran Group Investigation (GI)
Group Investigation adalah metode pembelajaran yang melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode pembelajaran ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para siswa melilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan dalam suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. (Arends, 1997 : 120-121)
Para guru yang menggunakan metode GI umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan.
Peran guru dalam group investigation adalah sebagai pembimbing, konsultan, dan memberi kritik yang membangun. Guru harus membimbing dan memilah pengalaman kelompok menjadi tiga tingkat. Pertama, tingkat problem-solving atau tugas (apa yang menjadi masalah utama? Faktor apa saja yang terlibat?). Kedua, tingkat manajemen kelompok (informasi apa saja yang kita perlukan). Ketiga, tingkat penafsiran secara individu (bagaimana kita menafsirkan atau mengartikan simpulan yang didapat).
Tujuan atau misi dari metode Group Investigation ini adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam rangka berpartisipasi dalam proses sosial demokratik dengan mengkombinasikan perhatian-perhatian pada kemampuan antar-personal (kelompok) dan kemampuan rasa ingin tau akademis. Aspek-aspek dari pengembangan diri merupakan hasil perkembangan yang utama dari metode ini (Sutikno, 2003: 27)
C. Langkah-langkah Pembelajaran Group Investigation (GI)
Slavin (dalam Asthika, 2005:24) mengemukakan tahapan-tahapan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif GI adalah sebagai berikut:
1) Tahap Pengelompokan (Grouping)
Yaitu tahap mengidentifikasi topik yang akan diinvestigasi serta membentuk kelompok investigasi, dengan anggota tiap kelompok 4 sampai 5 orang. Pada tahap ini:
1) siswa mengamati sumber, memilih topik, dan menentukan
kategori-kategori topik permasalahan.
2) siswa bergabung pada kelompok-kelompok belajar berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik untuk diselidiki, 3) guru membatasi jumlah anggota masing-masing kelompok antara 4 sampai 5 orang berdasarkan keterampilan dan keheterogenan.
Misalnya:
1) Dalam sub pokok bahasan Ekologi, siswa mengamati gambar fenomena banjir. Kemudian siswa menentukan kategori-kategori topic permasalahan yaitu menentukan sebab akibat dari banjir. Selanjutnya, siswa bergabung pada kelompok-kelompok belajar dan berdiskusi berdasarkan topik yang mereka pilih (dibimbing oleh guru).
2) Setelah penyampaian topik bahasan yang akan diinvestigasi:
(a) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih topik yang menarik untuk dipilih dan membentuk kelompok berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik untuk diselidiki,
(b) Guru membatasi anggota kelompok 4 sampai 5 orang dengan cara mengarahkan siswa dan memberikan suatu motivasi kepada siswa supaya bersedia membentuk kelompok baru dan memilih topik.
2) Tahap Perencanaan (Planning)
Tahap Planning atau tahap perencanaan tugas-tugas pembelajaran. Pada tahap ini siswa bersama-sama merencanakan tentang:
(1) Apa yang mereka pelajari?
(2) Bagaimana mereka belajar?
(3) Siapa dan melakukan apa?
(4) Untuk tujuan apa mereka menyelidiki topik tersebut?
Misalnya pada topik Bahasan Ekologi, Siswa belajar bagaimana cara mencegah dan mengatasi bencana banjir. Siswa belajar dengan menggali informasi, bekerjasama dan berdiskusi, kemudian siswa membagi tugas untuk memecahkan masalah topik tersebut, mengumpulkan informasi, menyimpulkan hasil investigasi dan mempresentasikan di kelas.
3) Tahap Penyelidikan (Investigation)
Tahap Investigation, yaitu tahap pelaksanaan proyek investigasi siswa. Pada tahap ini, siswa melakukan kegiatan sebagai berikut:
1) siswa mengumpulkan informasi, menganalisis data dan membuat
simpulkan terkait dengan permasalahan-permasalahan yang diselidiki
2) masing-masing anggota kelompok memberikan masukan pada setiap
kegiatan kelompok
3) siswa saling bertukar, berdiskusi, mengklarifikasi dan mempersatukan
ide dan pendapat.
Misalnya: Siswa menemukan cara-cara mencegah dan mengatasi bencana banjir. Kemudian siswa mencoba cara-cara yang ditemukan dari hasil pengumpulan informasi terkait dengan topik bahasan yang diselidiki, dan siswa berdiskusi, mengklarifikasi tiap cara atau langkah dalam pemecahan masalah tentang topik bahasan yang diselidiki.

4) Tahap Pengorganisasian (Organizing)
Yaitu tahap persiapan laporan akhir. Pada tahap ini kegiatan siswa sebagai berikut:
1) anggota kelompok menentukan pesan-pesan penting dalam proteknya
masing-masing
2) anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan dan
bagaimana mempresentasikannya
3) wakil dari masing-masing kelompok membentuk panitia diskusi kelas
dalam presentasi investigasi.
Misalnya: Siswa menemukan bahwa sebab dari bencana banjir yaitu membuang smpah sembarangan di sungai, penebangan liar di hutan, dll., Kemudian siswa membagi tugas sebagai pemimpin, moderator, notulis dalam presentasi investigasi.

5) Tahap Presentasi (Presenting)
Tahap presenting yaitu tahap penyajian laporan akhir. Kegiatan pembelajaran di kelas pada tahap ini adalah sebagai berikut:
(1) penyajian kelompok pada keseluruhan kelas dalam berbagai variasi
bentuk penyajian
(2) kelompok yang tidak sebagai penyaji terlibat secara aktif sebagai
pendengar
(3) pendengar mengevaluasi, mengklarifikasi dan mengajukan pertanyaan
atau tanggapan terhadap topik yang disajikan.
Misalnya: Siswa yang bertugas untuk mewakili kelompok menyajikan hasil atau simpulan dari investigasi yang telah dilaksanakan, kemudian siswa yang tidak sebagai penyaji, mengajukan pertanyaan, saran tentang topik yang disajikan, selanjutnya siswa mencatat topik yang disajikan oleh penyaji.
6) Tahap evaluasi (evaluating)
Pada tahap evaluating atau penilaian proses kerja dan hasil proyek siswa. Pada tahap ini, kegiatan guru atau siswa dalam pembelajaran sebagai berikut:
1) siswa menggabungkan masukan-masukan tentang topiknya, pekerjaan
yang telah mereka lakukan, dan tentang pengalaman-pengalaman efektifnya
2) guru dan siswa mengkolaborasi, mengevaluasi tentang pembelajaran
yang telah dilaksanakan
3) penilaian hasil belajar haruslah mengevaluasi tingkat pemahaman siswa.
Misalnya: Siswa merangkum dan mencatat setiap topik yang disajikan, siswa menggabungkan tiap topik yang diinvestigasi dalam kelompoknya dan kelompok yang lain, kemudian guru mengevaluasi dengan memberikan tes uraian pada akhir siklus.

D. Ciri khas Pembelajaran Group Investigation (GI)
1. menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet.
2. para siswa dituntut untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok.
3. Keterlibatan siswa secara aktif dimulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran.
4. Peran guru dalam group investigation adalah sebagai pembimbing,
konsultan, dan memberi kritik yang membangun.


E. Mata Pelajaran Yang Cocok Untuk Pembelajaran Group Investigation (GI)
Guru hendaknya dapat menerapkan beberapa model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan eksplorasi terhadap pembelajaran IPA adalah model pembelajaran Group Investigation (Investigasi Kelompok). Investigasi kelompok merupakan model pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa dalam perencanaan baik topik yang dipelajari maupun bagaimana jalannya penyelidikan mereka. Dalam penerapan Group Investigation (investigasi kelompok) ini guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota yang heterogen. Selanjutnya siswa memilih topik untuk diselidiki, melakukan penyelidikan yang mendalam atas topik yang dipilih itu. Selanjutnya menyiapkan dan mempresentasikan laporannya kepada seluruh kelas.
Pendekatan yang dapat diterapkan guna meningkatkan pemahaman konsep-konsep IPA dan kualitas pembelajaran IPA adalah pendekatan Sains, Teknologi, Masyarakat (STM). Pendekatan STM ini merupakan suatu pendekatan yang menggabungkan Sains, Teknologi, dan Masyarakat yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya.
Model pembelajaran Group Investigation berpendekatan STM tepat digunakan dalam pembelajaran IPA karena mampu memberikan berbagai pengalaman belajar bagi siswa untuk memahami konsep dan proses IPA serta memberikan manfaat bagi siswa agar dapat :
a) menanggapi isu-isu lokal, nasional, kawasan, dunia, sosial, ekonomi, lingkungan dan etika;
b) menilai secara kritis perkembangan dalam bidang sains dan teknologi serta dampaknya;
c) memberikan sumbangan terhadap kelangsungan perkembangan sains dan teknologi; dan memilih karier yang tepat (Depdiknas, 2003).
Jadi mata pelajaran yang cocok untuk pembelajaran GI adalah yang berkaitan tentang fenomena alam yang terjadi dalam kehidupan dan sains teknologi seperti peristiwa global warming, kloning dll.

F. Kelebihan dan Kekurangan Group Investigation
Kelemahan :
Karena siswa bekerja secara kelompok dari tahap perencanaan sampai investigasi untuk menemukan hasil jadi metode ini sangat komplek, sehingga guru harus mendampingi siswa secara penuh agar mendapatkan hasil yang diinginkan.
Kelebihannya :
Metode ini mampu melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi. Sehingga siswa lebih mampu untuk menyerap mata pelajaran yang dibahas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar